New Wave Marketing-nya Hermawan Kertajaya
Hermawan Kertajaya disetiap pemunculannya di televisi maupun di setiap event akan selalu mengatakan “saatnya kita melakukan horizontal action”. Pada kondisi krisis seperti ini, apabila kita ingin melesat bak panah mencapai tujuan kita harus melakukan horizontal action yang dinamakan dengan gerakan New Wave Marketing. Inti dari New Wave Marketing itu adalah strategi Low Budget Hight Impact. Gak usah boros dalam membuat biaya pemasaran, dan membuat biaya pemasaran bisa sepadan dengan hasilnya. Pemasar harus bisa melibatkan pelanggan dan kecanggihan teknologi agar semua program pemasaran yang dilakukan bisa berjalan efektif dan efisien. New Wave Marketing di claim menjadi kunci sukses para pemasar dalam menghadapi tantangan global dimasa depan yang semakin tidak menentu.
Saya pernah hadir di seminar beliau (di Bali) membahas mengenai pariwisata dengan metode ini, bagi saya mungkin sebenarnya yang terjadi yang harus kita pelajari adalah konsep Hablum Minannas, konsep ini mendetil mengantar kita di kehidupan universal. Sampai sampai internet pun menggunakan konsep hablum minannas. Trus caranya gimana untuk bikin profit bagus dengan New Wave Marketing ini? apa harus punya blog, account facebook? dan punya online community? ternyata gak cukup. Lha cukupnya seberapa? kata Hermawan “Many to Many Marketing!” Ladalah…… puyeng aku… Konsep itu “How to do”nya jujur deh, saya belom jelas banget.
Apa yang telah saya jalani masih salah atau sudah bener atau malah dari dulu saya sudah bener? atau saya melakukan yang salah banget. Anda pasti masih bingung harus ngapain di konsep itu;)) Ada 12 inti dari New Wave Marketing ini yaitu: communication, confirming, clarifying, coding, co-creation, currency, communal activation, conversation, commercialization, character, caring, collaboration. 12 inti tadi cukup membantu saya untuk saya berpikir menyesuaikan apa yang harus saya lakukan.
Ternyata (jangan kaget) saya sudah melakukannya jauh sebelum Hermawan memperkenalkan itu. Karena saya berbisnis mengacu pada Hablum Minannas (itu untuk offline business) karena saya diajarkan untuk melakukan itu, dan karena saya praktisi Search Engine Optimization ternyata saya sudah melakukannya juga untuk aplikasi SEO dari web 1.0 sampai web 2.0 dan tehnik membuat permanen backlink yang semuanya bersumber pada teori ini (itu untuk online business). Untuk itu semua akhirnya saya berkesimpulan, konsep New Wave Marketing sebagai arahan untuk mempertajam konsep jualan dari apa yang telah saya lakukan. Tapi jujur banget konsep itu masih gak bisa di identifikasi How To Do-nya. Jadi gak heran ketika seminar di Bali yang saya ikuti (rata rata tourism expert) pada bingung mo ngapain dengan konsep ini. Karena hampir 80% bisnis tourism di Bali sudah online dan menerapkan web 2.0 Bisnis offline mereka lakukan terus menerus dan konsisten dengan memperkuat link business di negara lain dan menjalin silaturahmi dengan travel agent luar negeri dan dalam negeri.
Mungkin SEO 3.0 saya menyebutnya demikian, untuk jawaban konsep “How To Do” dari New Wave Marketing. Bener bener Low Budget High Impact!. SEO 3.0 workshop akan diadakan di Solo di Super Indonesia Bootcamp.
Makanya di blog indonesiabootcamp.com saya bilang Hermawan Kertajaya layak ikut belajar disini, bersama mereka pelaku new wave marketing sejati;) Selamat datang pak Hermawan, kita tunggu di Solo di Super Indonesia Bootcamp. Online Marketer nongkrong disana semua;) Bagi Anda yang belom daftar join disini.
- Ayo jangan sampai ketinggalan Join Indonesia Bootcamp Semarang "SHOW ME THE MONEY!". Mau Daftar? klik disini
- SEO On Your Hands - Cara Termurah, Tercepat dan Natural Top Ranking di Google, MSN, dan Yahoo!. Mau Daftar? klik disini

19 Responses to “New Wave Marketing-nya Hermawan Kertajaya”
Weh … lieur aing euy. Gak ngerti ah. Cuman kalo soal low budget high impact, biar bukan pakar, gw praktisi. Dengan modal sekecil2nya – DENGKUL TOK – bisa dapet profit lumayan. Ini beneran lumayan tok lho ya, kagak banyak2, sekedar cukup buat makan sehari2 dll. lah. Kagak bisa banyak2 untungnya emang … lha namanya mancing umpannya pake cacing, ya segede2nya juga nggak bakal dapet kakap 20 kilo.
Comment made on March 16th, 2009 at 9:07 amkonsep low cost high impact memang pas di saat krisis ekonomi, tapi untuk melakukannya perlu kreatifitas yang tinggi.
Comment made on March 17th, 2009 at 11:42 pmHermawan dan Mas Keke, beda alam tapi sama canggihnya.
Comment made on March 19th, 2009 at 7:31 pmBareng Tak Pikir Pikir bener juga ya.. Konsep Low Cost High Impact mesti di dukung sama high relationship.. Hablum Minannas, Silaturahmi on line maupun Offline..
Comment made on March 20th, 2009 at 1:35 pmkapan mas, aku iso melu sminarmu…
Comment made on March 25th, 2009 at 10:00 pmHablumminannas, blogwalking, silaturahmi ke sana-sini.
Comment made on April 23rd, 2009 at 1:35 pmThanx Ustadz SEO.
YAh……….pada intinya setiap orang itu memiliki kebebasan berpendapat. New Wave Marketing, secara visi dan misi, hampir sama, beda di proses doank. Apakah menguasai teori, berarti juga menguasai praktek. Belum tentu. Low Cost High Impact = Ada Harga Ada Rupa = Modal duit / Modal Tenaga. Gitu aja sich menurut saya.
Comment made on April 28th, 2009 at 11:32 amnew wave marketing versus marketing belif….silahkan pilih???
Comment made on May 8th, 2009 at 5:13 pmSetuju banget mas. Intinya Hablum minannas.
Comment made on May 19th, 2009 at 5:23 pmthank buat pencerahannya. Ternyata om hermawan juga perlu tho ikut SEO 3.0
silaturahmi emank cara paling keren buat nge seo,hehe.. makasi infonya
Comment made on June 16th, 2009 at 11:31 amartikel yang menarik,saya baru dalam hal pemasaran secara online. saya adalah seorang photographer yang mendirikan majalah online di bidang web..
Comment made on July 2nd, 2009 at 12:02 amdi http://www.wedding-imaging.com
thanks
thanks mas keke yang selalu menjadi inpspirasi dan mencerahkan saya….
Comment made on August 17th, 2009 at 1:36 amkekuatan dari networking adalah habluminanas…
keduanya hrs berjalan beriringan baik vertikal maupun horizontal, klo slh satu diabaikan hasilnya akan timpang.
Comment made on August 19th, 2009 at 11:46 amHABLUMINANAS…!!! Semua akhirnya kembali ke FITRAH. Sebagi manusia kita saling membutuhkan. Persaudaraan terus dijaga. Rezeki pasti datang.
MAU NEW WAVE KEK, Horisontal Action semua sama, Hablum minanas! Online atau offline tetap sama Hablum minanas!
Salam
Comment made on August 22nd, 2009 at 6:34 amM. ISmail
saya setuju dengan artikel diatas, semakin banyak relasi semakin banyak pula kita mendapatkan rejeki… berelasi itu rendah biayanya tapi efeknya luar biasa. saya banyak mendapatkan orderan dari relasi yang menyebarkan mulut ke mulut…
Comment made on August 30th, 2009 at 5:10 pmnazuka
http://www.nazukadesigncenter.com
Hermawan kertajaya itu reaksinya sangat ketinggalan dengan kita para internet marketing… Saya sudah 2tahun_an dapat hasil dari internet marketing.. baru hermawan kertajaya nongol sama philip kotler …. wah udah ga pioneer dong?? kekekeke
Comment made on April 25th, 2010 at 5:40 pmkeren nih ide mas keke
Comment made on October 24th, 2010 at 2:45 pmHalow mas, kapan ada seminar di Surabaya?
Comment made on March 20th, 2011 at 4:26 pmcoba Duet aja bikin seminar antara Pak Hermawan dan Mas Rieke
Comment made on August 29th, 2011 at 12:10 pmLeave a Comment