my-Indonesia.info – Apa Bener Punya Potensi Mendatangkan Wisatawan?

by: Mas Keke Thursday, December 13th, 2007

Tanpa bermaksud memojokkan instansi dan individu, saya hanya ingin mengoreksi dan ini baik adanya. Setelah beberapa teman bilang please don’t write this project!…. Tapi banyak juga temen yang minta dengan sangat menulis di blog ini. Emang blog saya berpengaruh pa? heheheh…. setelah saya pikir pikir… saya tulis ajah, demi kemaslahatan umat.

Beberapa hari yang lalu saya di sapa melalui YM oleh salah satu General Manager sebuah hotel di Legian, dan beliau merelease ini di millis, mengenai kegundahan pekerja pariwisata. Begini pesennya:

Dear teman teman yang pelaku pariwisata,
Visit Indonesia Year 2008, sudah di depan mata. Kurang dari 20 hari lagi kita sudah memasuki tahun 2008.
Hari ini saya dikejutkan oleh pemberitaan detikinet.com yang menurunkan tulisan berjudul “Nama Domain Situs Pariwisata Mungkin Akan Diganti “

Saya mulai membaca tulisan ini dari awal huruf.. turun..turun..lanjut …lanjut… sampai akhirnya saya menemukan hal hal yang luar biasa.
Berikut sebagian tulisan tersebut : “ Dirjen Pemasaran Depbudpar, Thamrin B. Bachri menuturkan, pemilihan nama domain yang akan digunakan dalam kampanye ‘Visit Indonesia Year 2008′ tersebut disebabkan untuk melanjutkan penggunaan namanya yang telah digunakan sejak tahun 2002. “Nama itu kan sudah cukup lama, sementara kita ingin mencari nama yang mudah diingat,” ujarnya, kepada detikINET, Rabu (12/12/2007).”

Jelas disana ditulis “sejak 2002“ kemudian saya membaca alinea berikutnya yang berbunyi : “Sementara jika dilacak dari database whois diketahui bahwa domain My-Indonesia.info didaftarkan pada Februari 2004. Hal ini berbeda dengan keterangan sebelumnya yang mengatakan bahwa penggunaan domain tersebut sudah dilakukan sejak 2002.”

Untuk hal tersebut, Eka Ginting, CEO Indo.com selaku pelaksana teknis My-Indonesia.info menjelaskan, domain tersebut memang pernah lepas sehingga harus dibeli kembali. “Detail historis saya tidak tahu pasti, tapi memang nama domain itu pernah lepas dan harus dibeli kembali. Tahunnya kapan saya tidak pasti,” tandasnya.

Saya sebagai pelaku pariwisata kemudian membuka situs tersebut : http://my-indonesia.info/ Mas keke …. Tolong analisanya ditulis disini … (saya disuruh nganalisa neh…)

Kemudian saya bandingkan dengan penjelasan , Eka Ginting, CEO Indo.com selaku pelaksana teknis My-Indonesia.info, Eka mengatakan, program promosi situs tersebut mulai dilakukan pada Agustus 2007. Pemasangan iklan di media seperti Google dan Yahoo, ujarnya, memang menghabiskan pos dana yang cukup besar.

Untuk program pemberdayaan hotel-hotel kecil, menurut Eka dilakukan juga workshop di Yogyakarta, Lombok, dan Manado. “Kami cerita benefit internet untuk hotel-hotel kecil dan bagaimana supaya mereka bisa di-booking via internet. Ada sekitar 110 hotel yang sudah mengikuti dan bisa di-booking lewat situs itu,” ujar Eka.

Penjelasan ini saya kira kontra produktif dengan isi dari website tersebut dimana ternyata di website tersebut tidak terdapat booking engine, bahkan setahu saya website tersebut tidak memiliki keyword yang biasa digunakan untuk pencarian di search engine. Dan bahkan belum di optimize… Nah…. Bagaimana dana Rp. 17 milyar ( tahun 2007 ) dan anggaran Rp. 10 milyar ( tahun 2008 ) bisa disetujui komisi X DPR RI.

Saya sebagai pelaku pariwisata hanya bisa menonton dagelan dagelan yang terjadi tanpa bisa berbuat apapun…

Begitulah isi pesan yang di kirim kesaya.

Note: melek search engine sudah dimiliki masyarakat Indonesia, GM hotel yang biasanya tahunya ngejar setoran, ternyata cukup jeli melihat kejanggalan itu.

Pendapat pertama saya, setelah saya lihat baik baik situs itu memang nggak ada booking enginenya, tamunya dateng dari mana ya?… sampe ada 110 hotel yang terisi oleh wisatawan (aneh….). Akhirnya saya temukan, ada booking enginenya… tapi masuk ke indo.com

Setahu saya kalo mau website hotel Anda ada di site tersebut harus bayar ke indo.com (coba call deh ke Indo.com). Kalo gak salah Rp. 10jt/tahun + commision fee untuk penghasilan dari order online lewat indo.com

Hmmm berarti kalo saya punya website hotel/villa harus masuk ke Indo.com dan bayar dong…. lha berarti kalo bayar gitu…. enak sekali bisnis ini. Pemerintah ngongkosin project promosi lewat internet dan indo.com tetep dapet duit dari customer. Itu opini sementara saya…. silahkan cari jawabannya sendiri untuk detailnya;)

Sesuai judul diatas, apakah situs my-indonesia.info membawa berkah bagi insan pariwisata? jawabannya IYA. Tapi khan harus bayar dulu ke Indo.com baru bisa dapet tamu. Padahal pemerintah ngeluarin budget promosi yang besar, trus buat apa neh website my-indonesia.info

Mungkin artinya bahasanya bukan “berkah” kalo mo promoting property untuk hotel/villa di indo.com ya bayar. No Pay, No Tamu;)) heheheheh…. wajar untuk ukuran bisnis.

Kalo gitu artinya KANAN KIRI OK!… dari pendapat saya akhirnya terjadi campur aduk mana kepentingan indo.com dan mana kepentingan promosi indonesia. Ongkosnya juga campur aduk kan?…. khan gak fair buat property hotel/villa yang mau pengen dapet tamu lewat online. Harus bayar deh ke Indo.com
Rancu!… 

Dari segi teknis (seperti dari surat diatas, saya diminta untuk analisa). Saya coba telaah dari yang sederhana saja mengenai SEO, dimana di sebutkan bahwa situs ini sudah teranking di kata kunci “Indonesia tourism” dan “Indonesia Info”. Karena menurut di detik gitu.

Meta Algoritma Code itu penting sekali untuk suatu situs di my-indonesia.info bisa diliat sendiri ini hasilnya:

metainfo.jpg

Kode meta sangat minim. Sementara beberapa comment yang dilansir mengatakan bahwa situs ini di jagokan di Google dan Yahoo!. Lha kode nadi darah SEO ajah gak ada… gimana mau fineable di search engine apalagi top ranking.

Mari kita cek lagi di SERP target Indonesia Tourism (udah di riset blom kata kunci itu ya…) Results 1 – 10 of about 319,000 for Indonesia tourism

Optimize website dengan bersaing dengan SERP segitu tidak perlu ngoyo… untuk membuat top ranking apalagi menghabiskan sampai milyaran rupiah.

Title website my-indonesia.info menunjukkan kefrustrasian, karena tidak bisa search engine friendly, yang akhirnya berujung buruknya penerapan SEO.

Lihat titlenya: “Welcome to the Official Site of Indonesian Culture and Tourism–Find information on various destinations, accomodation, transportation, and dining places in Indonesia”

Dari sini ajah Google dan Yahoo! sudah males baca, karena kata kunci signifikan yang ditarget tidak ada. Unsur heading pun yang relevan dengan kata kunci target di search engine tidak ada. Hmmm…. mungkin ini model baru kali ya;) hehehheh…. kalo black hat juga gak mungkin… yang jelas asal ketik;))

Mungkin ada baiknya kita bantu site ini biar top ranking. Jadi gak bikin malu sama negara tetangga. Mengingat designer handal di negeri ini buanyak banget (jujur neh…. designnya gak bikin branding Indonesia apalagi reposisi pariwisata Indonesia), dan kalo mo minta tolong placement di Google dengan mantap gak usah sungkan minta ma warganya. *kedip kedip mata kelilipan;)

Back link: Results 110 of about 3,010 for link: my-indonesia.info.

Analisa sementara saya SEO off page yang digunakan, tapi kok mahal banget yah. Kalo biayanya untuk promosi, sebenarnya lebih powerfull dengan menggunakan media Google punya dan Yahoo! punya dan lebih targeted.

Faktanya adalah: Bali bisa berjaya di bidang pariwisata karena sistem PERMESTA (Pertahanan Rakyat Semesta). Dari travel agent raksasa, guide sampe travel agent kecil mempromosikan Bali dan Indonesia habis habisan, belom lagi hotel dan villa yang ikut andil besar mempromosikan Indonesia. Itu contoh di Bali saja, belum daerah lain. Bali maju pesat internet businessnya karena setiap orang mempromosikan produk jualannya sendiri.

Kontradiksi dengan pernyataan ini:
“Selain itu, My-Indonesia.info menurut Ratna telah dioptimalkan sehingga pencarian kata kunci ‘indonesia info’ atau ‘indonesia tourism’ di mesin cari Google akan menempatkan situs itu pada posisi atas. Ratna mengatakan, pada 2006, 56 persen wisatawan yang datang ke Indonesia mencari informasi tujuan wisata dari internet.”

Jadi karena situs ini Indonesia ditemukan lewat internet… (ngukurnya lewat tools apa yah), contentnya keliatannya baru terisi tuh… setelah banyak orang mempermasalahkan.

Pendapat saya, DPR harus mulai memikirkan… rakyatmu mempromosikan daerahnya pake duit sendiri, mereka tidak dibayar dan ambil dari saku bininya buat promosi online, mohon Dewan yang Terhormat untuk bisa mengkaji kembali kebijaksanaan ini. Karena budget milyaran yang di keluarkan sebenarnya bisa lebih di efektifkan.

Jadi bukan karena situs ini, apalagi sampai 110 hotel dapet wisatawan;) kalo gak percaya, coba deh cari, siapa paling banyak yang pasang di google adword siapa atau tools promo Google dan Yahoo!. Apakah ada situs my-indonesia.info cukup mendominasi?

Untuk Menkominfo… PR neh….. Untuk Brokencode PR, Ray , Dexno juga PR. hehehhehe…. semuanya PE-ER. Mari kita bangun negeri ini, dengan bermain di internet dengan benar. Pak Presiden… semoga baca blog ini. Amien…

Tulisan ini di buat untuk mencapai kesempurnaan promosi Indonesia tanpa bermaksud memojokkan instansi terkait dan personal. Setidaknya bangsa ini sudah berbuat, sekalipun harus benjol benjol;)

Sponsored Link :
  • Ayo jangan sampai ketinggalan Join Indonesia Bootcamp Semarang "SHOW ME THE MONEY!". Mau Daftar? klik disini
  • SEO On Your Hands - Cara Termurah, Tercepat dan Natural Top Ranking di Google, MSN, dan Yahoo!. Mau Daftar? klik disini

42 Responses to “my-Indonesia.info – Apa Bener Punya Potensi Mendatangkan Wisatawan?”

Grandong Said:

wah… Gila… SALUT SALUT!!!hehehe

Comment made on December 13th, 2007 at 1:49 pm
bocah Said:

Mengapa ga pake jasa dari marketbiz aja yah pemerintah ? harganya dijamin lebih murah dan mantap

Comment made on December 13th, 2007 at 2:04 pm
abuh Said:

ya saya setuju itu boss.jangan kalah ama malaysia..he..he

Comment made on December 13th, 2007 at 2:04 pm
brokencode Said:

siap om. gak kemana2 larinya kita2 kalo bukan untuk Bali tercinta.

Comment made on December 13th, 2007 at 2:05 pm
rebel Said:

pak web saya ikutan dibantu donk,, mau nih kalau seo nya tinggal kedap kedip

Comment made on December 13th, 2007 at 2:15 pm
Adi Arifin Said:

Ini sama dengan cerita Raja dan penjahit. Si penjahit meyakinkan pada Sang Raja bahwa baju jahitannya itu bagus, tapi hanya dapat dilihat oleh orang2 bijak. Karena takut dibilang kurang bijak, meskipun benernya nggak liat, sang raja pura2 melihat dan pura2 merasa pake baju. Jadilah Sang Raja keluar menemui rakyatnya dengan telanjang bulat.

Comment made on December 13th, 2007 at 2:18 pm
Die Said:

Kemana dana Rakya buat Visit Indonesia Year 2008?????

Comment made on December 13th, 2007 at 4:03 pm
sintia Said:

saya aja gak narik bayaran ke hotel kalo mau masang di web… hiks.. teganya indo.com

Comment made on December 13th, 2007 at 7:43 pm
sintia Said:

oh hiya, pake pasang adsense pula…penghasilannya masuk mana tuuuuu??? (tanya kenapa?)

Comment made on December 13th, 2007 at 7:51 pm
sintia Said:

tambah lagi, who is-nya kok bukan pemerintah qta siiiy?… kok per-orangan siiiy… (pusing gara-gara sewot.com)

Comment made on December 13th, 2007 at 8:04 pm
sintia Said:

indo.com juga yang punya situs namanya my-indonesia.com … he he he masih tanya kenapa???

Comment made on December 13th, 2007 at 9:18 pm
Ray Said:

Mari Om kita berdayakan masyarakat Indonesia melek teknologi, supaya mereka kelak kalo jadi pejabat gak di bodohi / membodohi, dan terutama mari kit abantu pemerintah mensukseskan “gaweannya” :D

Comment made on December 14th, 2007 at 12:18 am
Pogung177 Said:

Top Markatop dah ulasannya, ana ada oarng departement Pariwisata melek SEO. Sejak kenal internet tahun 98-99 lita Indo.com daru dulu sampai sekarang sama saja, nggak pernah re-design, masih desaign jadul itu2 aja

Comment made on December 14th, 2007 at 3:21 am
Jiewa Said:

Kalo menurut saya pribadi, penggunaaan ‘-’ (dash) di nama domain memiliki ‘cost’ yg sangat besar. Kecenderungannya sering salah dengar yg berakibat dan salah ketik.

Comment made on December 14th, 2007 at 8:12 am
eternal Said:

analisanya yang sangat hebat :)

selama pemerintah seperti ini maka selama itu pula negara indonesia didera terus cobaan.

Comment made on December 14th, 2007 at 12:14 pm
leksa Said:

PE-ER ?
pr lainnya masih banyak Mas…

kabur sambil ngisep Djisamsoe…

Comment made on December 14th, 2007 at 6:51 pm
leksa Said:

kritik dikit mas,..
17 M bukan di 2007,..
2006 itu post budgetnya sekitar 2M, dan untuk 2007 ada 5.5M. Jadi 2 tahun itu ngabisin 7.5M untuk hasil begituan…

Comment made on December 14th, 2007 at 6:55 pm
Avy Said:

Mas Keke…tak angkat jadi menteri Pariwisata sekaligus mengkoordinir para SEO di Indonesia. Dengan Misi meninggkatkan industri pariwisata melalui internet. Semoga Sukses.

An.Presiden Mimpi Dunia Maya Indonesia.com

Comment made on December 14th, 2007 at 7:28 pm
mendowan Said:

@jiewa
saya setuju dengan anda, kenapa harus pake tanda ‘-’, klo dengernya salah jadi repot, dulu saya punya domain yang seperti itu, memberi tahu teman jadi susah, kecuali model iklannya pake tulisan, tapi klo udah familiar, ya pasti terkenal kok

Comment made on December 15th, 2007 at 12:06 am
Aykenbi Said:

harus segera dibentuk TIM PENCARI FAKTA…!!! :)

Comment made on December 15th, 2007 at 1:10 am
djago Said:

wah…. masih aja ada janjian di bawah meja ya???

Comment made on December 15th, 2007 at 9:16 am
Gir@ Said:

Ya, beginilah mentalitas orang indonesia, bisa2nya menjajah negara sendiri ? kapan mau maju? anggaran senilai Miliaran kan duit rakyat (dr PAJAK,dll) kok kembalinya gak kerakyat semua ya? btw klo mau jadi birokrat jgn katrok dong? klo merasa katrok, ya insyaf, serahin sama yg berkompeten someone like Mr Keke. hal sekrusial ini harus di ekpose di media Bro, Kumpulkan data and report!!!

Comment made on December 15th, 2007 at 1:39 pm
Didit Said:

Saya kaget baca artikel ini. Masa web site kaya gitu aja biayanya milyaran??? Lucu banget..!! Kok ya tega-teganya sih..!!! Mbook ya ada perasaanyaa paakk..!

Comment made on December 15th, 2007 at 7:50 pm
alexa Said:

itulah kekuatan indo.com, mereka pioneer dlm bisnis hotel & travel. liat aja alexa-nya, traffic mantap abis! lagian mrk jg pny jalur ke pemerintahan, kan perlu bagi2 jg ke pejabat2 yg laen, kyk ngga tau aja.

design ngga pernah diubah dr jaman jadul ya mmg salah satu kekuatan SEO disono. ngga pernah baca ya kl yg bikin drop rank di SE itu kl ubah design :P user perlu info yg jelas, design ga perlu yg wah. yg penting dapet hotel, harga sesuai, tinggal bayar, beres.

Comment made on December 15th, 2007 at 10:18 pm
Avy Said:

wah ternyata jadi perbincangan para blogger sebelah hihihi.
Lucu juga sampe ada yang mati-matian mempopulerkan may huang.Hidup Momon.

Comment made on December 15th, 2007 at 11:29 pm
mr.keke Said:

@alexa
di aturan seo, bukan masalah website wah atau tidak wah, yang penting masuk kaedah seo ato bukan.

Buktinya banyak teman teman redesign website gak pernah drop rank. Karena yang bikin drop rank bukan designnya, tapi kaedah algoritma dan bentuk layout website yang search engine friendly.

Comment made on December 16th, 2007 at 8:44 am
alexa Said:

bisa ditunjukin bos web yg dah top 10 tp udah redesign bbrp kali? bisa di-tracking pake http://www.archive.org

Comment made on December 16th, 2007 at 9:35 am
Biho Said:

gileeee… duit rakyat miliaran gitu dikorupsi untuk keuntungan my-indonesia & indo dot com

Comment made on December 16th, 2007 at 2:03 pm
reshine Said:

17M masih kena XSS ??? payah

http://tinyurl.com/23k389

sumber :
http://kaskus.us/showthread.php?t=703484

Comment made on December 16th, 2007 at 7:54 pm
Kukuh TW Said:

Hello Indonesian Blogger,

Perlu bantuan untuk mengembangkan content pada website GoingToIndonesia.com, dalam situs GoingToIndonesia.com ini, user dipersilahkan untuk menambahkan sendiri objek-objek pariwisata
yang Anda ketahui dan belum terdaftar di situs GoingtoIndonesia.com ,

Anda juga dapat menulis artikel tentang objek pariwisata pada SITUS ANDA SENDIRI !!!, ya pada SITUS ANDA SENDIRI, tidak perlu menuliskannya pada situs GoingToIndonesia.com , karena dengan teknologi Web Mash-up Application , Tulisan anda tentang objek Pariwisata dapat kami refer secara automatis dari situs GoingToIndonesia.com (dengan catatan, blog anda dapat terindex dari google dan menggunakan kata kunci nama objek pariwisata tersebut)

Cara Berpartisipasi

1. Daftar ke GoingToIndonesia.com (proses pendaftaran mudah, tidak ditanya macam-macam, hanya tuliskan saka email anda, lalu akan dikirim password untuk masuk)

2. Setelah memiliki Account, anda dapat memilih nama kota tempat anda tinggal dan Anda dapat menambahkan objek pariwisata pada kota tempat anda tinggal

3. Anda dapat menulis artikel Pada BLOG ANDA SENDIRI, biarkan Google yang mengatur agar Summary Artikel anda Muncul pada website Kami, dan apabila Pembaca tertarik, Mereka akan mampir ke Blog Anda. Win-Win Solution , Right ?

Terima Kasih Atas Perhatiannya

Kukuh TW
http://GoingToIndonesia.com

Comment made on December 16th, 2007 at 8:04 pm
Adeline Djelita Said:

Nenek bilang jangan ditelan mentah-mentah tulisan di media yang salah melulu. (Dan seperti biasanya di Indonesia, nothing is the way it seems – orang Medan bilang, ada udang dibalik kuetiaw.)

First, anggaran yang bener itu Rp 5.5 milyar untuk 2007, bukan 17 milyar. 17M itu kalo dijumlahkan dari tahun 2006 dan 2007 yang sudah direalisasi, dan 2008 yang paling banyak, 10 milyar, yang masih rencana. (Kenapa gak sekalian dijumlahin dari tahun 1945, inflation adjusted, sampai tahun 2050?)

Second, anggaran yang tahun 2007, dari 5.5 milyar, potong pajak jadi efektif 4.65 milyar, itu porsi terbesarnya dipakai untuk promosi online, di Google, Yahoo, portal wisata internasional seperti Travelocity, dan juga portal domestic seperti Kompas, Bisnis, Media dsb (hint: apa yang tidak disebut?) Porsi kedua dialokasikan untuk memberdayakan hotel-hotel kecil, biar bisa ikut belajar promosi dan bertransaksi online. Kita bikin workshop di 3 kota – Jogja, Lombok, Manado – dihadiri 400-an orang/hotel, iklankan, talk show, masukkan 100-an lebih hotel ke my-indonesia.info dan system reservasi indo.com, dan ketika terjadi transaksi, membimbing mereka.

Intinya, kegiatan e-marketing ini tentang promosi online, bukan tentang bikin web site. Hasil apa yang didapat? Iklan pariwisata Indonesia ditayangkan sekitar 90 juta kali, kepada pengguna Internet yang senang berwisata atau bahkan sudah mencari informasi tentang berwisata ke Indonesia melalui situs pencari. Berarti efektif biaya menjangkau satu orang ini hanya Rp 50an. Pengunjung yang sudah dilayani tahun ini 230 ribu orang. Berarti biaya melayani satu orang calon wisatawan ke Indonesia, kalau dilakukan secara virtual via Internet, biayanya hanya Rp 20 ribuan. Sangat cost efektif.

Belum lagi waktu sebelum promosi, kalau coba cari “indonesia info” di Google, situs paling atas adalah punyanya CIA. Jadi perspektif yang didapat orang adalah perspektif CIA. (Coba search “president indonesia” sekarang di Google, situs siapa yang paling atas?) Punya Pemerintah dulu tidak kelihatan. Sekarang, untuk kata-kata kunci seperti itu, “tourism indonesia” dan hampir 2000 kata lainnya, situs Pemerintah sudah muncul, bahkan pada posisi-posisi terdepan.

Jadi lihatlah kegiatan e-marketing ini dalam konteks strategi pemasaran pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kalau tahun 2008 dianggarkan Rp 10 milyar, dari total anggaran promosi pariwisata, yang kalau saya tidak salah sekitar Rp 280 milyar, optimalkah kalau hanya 3-4% yang dialokasikan untuk pemasaran via Internet? Survey BudPar sendiri menunjukkan sudah 56% wisatawan ke Indonesia yang mencari informasi tentang wisata ke Indonesia via Internet. Kalau kita mau book Yahoo Singapore untuk 1 HARI saja – supaya setiap orang yang buka pasti lihat iklan kita, seperti blocking time di TV – biayanya bisa sekitar SGD 1 juta – atau Rp 6 Milyar sendiri!

Negara tetangga kita juga mengetahui ini dan berpromosi via Internet dengan agresif. Kita dapat info bahwa mereka di Google dan Yahoo saja bisa belanja iklannya sekitar USD 1-2 juta (Rp 9-18 Milyar)per tahun di masing-masing portal. Belum portal-portal lainnya dan kegiatan online promotion lainnya (Singapore Tourism Board pernah beriklan via newsletter broadcast menggunakan indo.com.) Untuk mengajak industri pariwisata berteknologi saja (seperti yang kita lakukan dengan hotel-hotel kecil ini), Singapore alokasikan dana SGD 10 juta (bisa lihat di situs Singapore Tourism Board).

Yang jelas, promosi pariwisata sekarang ini, oleh pemerintah maupun swasta, mau tak mau sudah harus melibatkan Internet – karena wisatawan adanya di situ.

Komentar dan saran lebih lanjut, silahkan email ke saran@indo.com

Salam

Adeline Djelita
http://www.indo.com

Comment made on December 19th, 2007 at 11:34 am
budi Said:

salut dengan analisanya mas..
menurut saya analisa ini perlu dishare lebih banyak lagi ke teman-teman yang lain..

Comment made on December 19th, 2007 at 12:52 pm
taufik Said:

Saya ndak terlalu ngerti urusan SEO dan tetek bengeknya. Tapi yg saya tahu kalo membangun website sampai milyaran ya (tanpa bermaksud menuduh), ada bau bau korupsi. Lha wong saya saja berbekal 7,5 juta di SEO-in sama SEO specialist lokal udah bisa menghasilkan 200 room nights per bulan dengan average room rate USD 95. Lha kalo biayanya milyaran kan hasilnya musti wuah….dong ya… Kalo ndak wah… musti di perkarakan nih…

Comment made on December 19th, 2007 at 2:07 pm
bram Said:

semoga KPK membaca postingan ini.

Comment made on December 19th, 2007 at 5:08 pm
LieZMaya Said:

resolusi gambar di footernya gak enak diliat, apa ndak cukup ya benwith buat apload pake duit segede itu :D
tuing tuing!

Comment made on December 28th, 2007 at 9:24 am
arrohwany Said:

:)
Gubrak…

Comment made on March 4th, 2008 at 3:17 am
arrohwany Said:

Yang bersangkutan langsung kebakaran jenggot…

Comment made on March 4th, 2008 at 3:19 am
Nugroho Pratama Said:

hehehe…. something is fishy; sekalian saya pancing aja ikannya; cara om ngebahasnya jadi nambah pengetahuan SEO saya; wah sep tenan iki……

Comment made on May 4th, 2008 at 7:26 pm
hamdan satriyo Said:

Ya namanya juga ‘proyek’..

Comment made on July 19th, 2008 at 11:14 pm
Camalaniugan Said:

Saya kaget baca artikel ini.

Salam.. Great articles..dudes

Comment made on August 13th, 2008 at 2:19 pm
Taufan Said:

Siap mas keke…
Pokoknya maju terus…
Pokoknya mengingatkan pemerintah supaya ada di jalan yang benar…

Comment made on August 25th, 2008 at 6:56 am
 

Leave a Comment