Sampai Kapan Kita diakali Terus sama Bule? (Bagian 1)
Saya tidak tahu harus dimulai dari mana proses akal mengakali kaum kapitalis asing akan berakhir terhadap kita. Apakah pemerintah kurang proaktif atau orang orang kita ajah yang mudah diakali, atau kita memang tidak peduli dengan diri kita sendiri? setidaknya itu terjadi disini.
BVRA (Bali Villa Rental Association) sudah mulai melakukan hal hal yang tidak diinginkan oleh efek globalisasi khususnya internet dengan berdirinya asosiasi ini. Dan saya yakin banyak asosiasi asosiasi di Indonesia yang berdiri, tapi tidak berfungsi dan menyadari akan fungsinya akan efek domino globalisasi yang begitu dahsyatnya.
Menurut saya, jawaban manjur untuk ini adalah HANKAMRATA. Strategi mempertahankan negara dengan melibatkan elemen masyarakat ini sangat efektif. Di internet harus menerapkan sistem HANKAMRATA pula, dengan menghidupkan lini lini potensial sektor maya yang produktif. Masyarakat harus dilibatkan untuk bermain online, kata kunci kata kunci strategis jangan sampai dikuasai asing. Karena domain domain pulau pulau kita sudah dikuasai dengan sukses oleh pihak asing.
Dari domain dan kata kunci saja yang dikuasai asing, mereka sudah mengeruk banyak keuntungan dari sektor maya. Apakah kita akan berdiam diri melihat hal ini?…
Saya di Bali dikenal tidak suka basa basi sama orang bule, dan gak pernah mau negoisasi. Karena saya tahu… mereka banyak akal, dan orang timur kayak kita ini, adab kesopanan dan toleransi kita sering disalah gunakan. Dan saya yakin teman teman di Bali mempunyai pengalaman yang sama, tetapi memang tidak semua mereka seperti itu. Masih banyak kok bule baik, tetapi dasarnya bangsa asing banyak kaum kapitalisnya, kita patut menjaga apa yang selama ini kita hargai. Yaitu martabat dan harga diri.
Internet adalah jalan paling mulus untuk melakukan itu, dan sudah terbukti mulai dari domain domain kepulauan RI dikuasai oleh orang asing (Kominfo masih anteng anteng ajah), juga kata kunci strategis Indonesia dikuasai asing. Perlawanan kita adalah…. aktiflah di dunia online, bermain serius di bisnis online, konsistensi dan semangat menjaga aset kita sebagai anak negeri adalah hal yang utama.
Jadi, mulai sekarang… buatlah digital asset yang benar benar dominan untuk kesuksesan Anda dan negara ini. Setidaknya yang menikmati rejeki online adalah orang kita sendiri, bukan orang asing yang menambang rejeki Indonesia dibawa kabur lewat internet.

19 Responses to “Sampai Kapan Kita diakali Terus sama Bule? (Bagian 1)”
kira2 apa bisa dibantu oleh teman2 blogger semacam saya ini mas?
Comment made on September 12th, 2008 at 12:46 pmharga diri memang preoritas utama, jangan sampai menggadaikan apalagi menjual harga diri kita hanya demi sebuat, benda mati yg didewa2kan didunia ini,yaitu uang, uang memang penting dalam hidup kita, tapi uang bukan segalanya, apalagi sampai ditukar dengan harga diri kita,…
Comment made on September 12th, 2008 at 4:07 pmsalam knal…:-)
Sebenernya peraturan tentang hak paten gimana ya mas ? Khususnya tentang domain ?
Comment made on September 12th, 2008 at 5:09 pmsaya rasa adalah kurangnya sosialisasi terhadap prospek bisnis di dunia maya. Seharusnya bukan hanya masyarakat(pelaku usaha) saja yang harus disadarkan terhadap internet marketing namun pemerintah juga harus disadarkan. Sepertinya pemerintah bukannya tidak mengetahui pola pemasaran di dunia maya, namun sepertinya kita tahu “pemerintah tidak akan pro-aktif melakukan sesuatu jika tidak ada timbal baliknya (money talks) khusus buat pemerintah”, Lihat saja begitu gencar pemerintah mengadakan even2 pameran untuk ukm karena apa ?? (kita tahu semua jawabannya) semua tentang tender bagi perusahaan eo dan memang ujungnya adalah “upeti” namun jika semua pelaku usaha melakukan ekspansi pemasaran melalui internet apa yang didapat pemerintah?. Semoga perjuangan mas keke berhasil dan saya yakin mimpi mas keke akan terwujud “menciptakan 1 juta netpreuner + yang berhasil dan berkesinambungan”
Comment made on September 12th, 2008 at 6:47 pmSontoloyo banget itu bule, lebih sontoloyo lagi kita2 ini
. Kurang tanggap kalo aset kita diserobot sembarangan.
Comment made on September 13th, 2008 at 2:39 ambener mas semuanya mang dah terlanjur tercipta sistem cuek untuk negeri kita sendiri karena kita sangat sibuk mencari duit untuk isi perut kita sendiri mas, mungkin kita harus lebih sedikit memperhatikan nasib negeri
Comment made on September 13th, 2008 at 8:12 amsetuju bgt mas.org2 kita krg memanfaatkan media online, karena krgnya ktertarikan akan itu dan fasilitas yg krang didukung oleh pmrntah, tdk sperti di negara2 lain yg fasilitas internet di gratiskan, gmn ga bule pda ngambil, org dri kcilnya ja dah pegang kmputer/internetan. nah klo di indonesia kbnyakan masih anteng dgn prmainan2 yg membuat males.sprti ps,dll
Comment made on September 13th, 2008 at 8:34 amkenapa kita gak gantian beli domain tempat2 yang dipunyai negara lain aja ?
Comment made on September 13th, 2008 at 10:51 amheuhee
wuih,mengenaskan ternyata nasib sodara setananh air kita y,Mas..
Comment made on September 13th, 2008 at 2:35 pmganbatte trz berjuang
saya menjaga aset negeri dengan membangkitkan motivasi dan fokus menulis “content” di blog.
Indonesia, harus bisa dijaga melalui kepribadian bangsanya dulu.
salam kenal
Comment made on September 13th, 2008 at 6:42 pmya memang begitula indonesia, contoh kecil aja mbetulin selokan mampet pas musim hujan.
sudah saatnya kita bertindak yang kita bisa, galang kebersamaan dan kekuatan, pemerintah mau ikut ya monggo enggak juga kebangeten.
masih kurang banyak penggerak yang bisa untuk memacu kesadaran tersebut. ayo kita coba
Comment made on September 14th, 2008 at 6:34 amsalut bung atas keprihatinannya. saya juga prihatin atas fenomena diambilnya aset-aset penting negeri ini oleh asing. era globalisasi, ato tepatnya pasar bebas, jika tidak disadari memang akan membuat kita ato negara-negara dunia ketiga pada umumnya, jatuh dalam apa yang disebut naomi klein sebagai “silent takeover”. Yakni pengambil-alihan kekuasaan (ekonomi) oleh kekuatan modal/kapitalis besar.
salam
Comment made on September 15th, 2008 at 8:19 pmsalut bung atas keprihatinannya. saya juga prihatin atas fenomena diambilnya aset-aset penting negeri ini oleh asing. era globalisasi, ato tepatnya pasar bebas, jika tidak disadari memang akan membuat kita ato negara-negara dunia ketiga pada umumnya, jatuh dalam apa yang disebut noreena hertz klein sebagai “silent takeover”. Yakni pengambil-alihan kekuasaan (ekonomi) oleh kekuatan modal/kapitalis besar.
Comment made on September 15th, 2008 at 8:22 pmmasalahnya, kadang yang diakali juga seneng mas. ada kebanggaan tersendiri di benak mereka. bule gitu lho..
Comment made on September 16th, 2008 at 2:33 pmbetul kita harus bisa konsentrasi di bisnis online supaya kita tidak di akalin lagi dgn bule2,kuasi milik kita sendiri setelah itu kita kuasi milik mereka hehehehehehe
Comment made on September 20th, 2008 at 9:10 amsedih juga mas, kita melihat banyak aset-aset bangsa kita dirampas,dari intelektual aset sampai tangibel aset yang menguasai hajat hidup orang banyak…(oknum pamong praja atawaq pegawai pemerintah yang harusnya melindungi malah ikut membantu,biasa mental feodal,impact 350 tahun dijajah).
Kalau dibilang bangsa kita pemalas, itu kampanye negatif buat bangsa kita…banyak pemilik2 usaha di luar negeri,yang kebanyakan orang Jewish dan Greeks, malah memilih orang Indonesia untuk employee nya, baik casual work maupun Professional work, malah ada salah satu Suburb (Kecamatan) di Sydney, di Maroubra,restoran cepat saji Burger King, semua pekerjanya dari Indonesia,sampai bule2 lokal disana pada strike,demonstrasi, kenapa? karena orang Indonesia : Baik hati dan tidak sombong, Sopan,pintar,Rajin, Loyal,Jujur, dst, real budaya Indonesia yang harus dipertahankan…! Pointnya adalah : Kita nggak kalah sama bloody bule, Jepang, atau Korea, tentunya kalau rewards dan hak2 kita dipenuhi..Mas Keke dan temen2 di Indonesia Bootcamps nggak kalah sama Derek Gehl, Brad Callen, Brett Mc Fall, Ewen Chia,Tom Hua, atau lainnya di World Internet Summit, so..Indonesia BootCamps insya Allah,suatu hari bisa menghasilkan alumni2 yang bisa membuat gateway seperti yahoo, google,Facebook, Friendster, atau bahkan Macintosh, atau Microsoft, harganya? trilyunan, 12 digit, 10 % aja buat infak,kemaslahatan umat naik, income per capita naik, angka kriminalitas turun, cucu kita nggak nanggung hutang, debt collector pada nggangur,pamasoga (pagi makan,sore nggak) dihapuskan,he3x, amien.
Comment made on September 23rd, 2008 at 1:54 pmAh gua rasa bukan cuman bule aja yang mempermainkan kita tapi CINA sama ARAB juga tuh malahan kadang lebih menjengkelkan mereka itu dari pada bule tapi emang sih bangsa ini bisa aja digampangin soalnya bangsa ini juga mentalnya masih banyak yang gampangan sudah gitu kaum pandai di negeri ini suka membodohi kaum yang bodoh dan anehnya yang goblok juga suka banget di bodoh bodohi terus jadi yah jangan salahkan orang lain lah
Comment made on October 24th, 2008 at 2:16 pmjangan sampai kita dikibuli oleh bule.. Maju terus bangsa indonesia..
Comment made on October 26th, 2008 at 10:46 pmYa… Seperti itulah, kita,… lha makanannya aja tiwul… (coba cari kata tiwul)… mbah Google aja tau…bahasa jawa aja dikuasai di pakai mereka… tapi ngak tau kita.. coba saja semua sekarang pada egois.. apa2 dikit dipatenkan.. jangan tanya kalau tempe itu mau dipatenkan orang jepang… dan apalagi.. endonesia ini bagaimana ya…ya semestinya Bhineka Tunggal Ika. Saeko karyo makaryo…” (apa artinya tanya mbah Google pasti tau…”……
Comment made on October 30th, 2008 at 2:51 pmLeave a Comment