Home » Pengalaman, Teori SEO

Alamak, Websiteku di Ban mbah Google! (Bagian 2)

20 December 2007 23 CommentsEmail This Post Email This Post

Saya lanjutkan lagi… Ban mbah Google bagian 2. Sesi terakhir tentang “hindari hidden text”. Untuk bagian 2 ini saya bahas masalah:

  1. Jangan gunakan cloaking atau redirect yang tidak jelas.
  2. Jangan kirim automated queries ke Google.
  3. Jangan isi website dengan bahasa yang tidak ada hubungannya dengan inti website.
  4. Jangan gunakan multiple page, subdomain, atau domain dengan duplikat content.
  5. Hindari memakai halaman “doorway” yang sengaja dibuat untuk search engine, atau memakai pendekatan “cookie cutter” seperti program affiliasi yang minim atau tanpa content original.

2. Hindari hidden links.
Banyak webmaster menggunakan trik hidden link ini, atau yang disebut dengan “doorway pages” , secara sengaja dibuat hanya untuk search engine saja. Meskipun sengaja dibuat ada dalam website, tapi keberadaan hidden link ini bisa menurunkan kredibilitas sebuah website secara keseluruhan dimata pengunjungnya. Terutama pengunjung yang datang melalui jalur utama – halaman home – bila menemukan link ini akan merasa terbohongi.

Para webmaster yang melakukan trik hidden link ini akan menyertakan link untuk dapat di ikuti oleh search engine dengan maksud agar halaman-halaman dalam websitenya dapat terindex. Hidden link juga dapat digunakan untuk interlink website dengan maksud meningkatkan link popularity.
Ada beberapa cara untuk mengcoding hidden link ini. Salah satunya dengan memasang file gambar transparan ukuran 1 x 1 pixel kemudian mengubah image ini menjadi link dengan menggunakan A HREF syntax.
Seperti ini contohnya:
<a href=”http://seokita.com/doorwaypage.html”><img src=”../graphics/blackdot.gif” width=”1″ height=”1″ hspace=”0″ vspace=”0″ border=”0″ alt=”Relevant keywords”></a>
Cara lain adalah dengan membuat single dot (.) menjadi link, termasuk frasa-frasa kata kunci relevan dalam ALT parameter. Jika dalam website ditemukan link-link indikasinya seperti diatas, bersegeralah untuk menghapus, sebelum dianggap spammer oleh Google.

3. Jangan Pakai Cloaking.
Salah satu teknik paling populer diantara pelaku SEO adalah cloaking, mereka yang biasa menggunakan teknik ini memiliki pengetahuan mengenai server dan bahasa pemrograman yang minim. Sangatlah mungkin untuk membedakan pengunjung website apakah manusia atau search engine spider. Karena ini dibuatlah script yang dapat mengendus pengunjung mana yang sebenarnya search engine spider, dan menyuguhinya dengan halaman web yang sudah sangat dioptimasi.

Sedangkan pengunjung reguler, dalam hal ini manusia akan mendapatkan halaman web yang berbeda dimana tidak teroptimasi. Contoh kasus: untuk situasi yang baik, jika masih ada relevansi antara halaman yang dibaca oleh spider dengan halaman yang dibaca pengunjung reguler (manusia). Situasi terburuk, jika halaman cloaking isinya mengenai permainan monopoli sedangkan halaman sebenarnya berisi permainan perjudian. Kondisi menyesatkan inilah yang membuat search engine menganggap sebagai spa.

4. Hindari Redirect.
Ada lagi metode jadul dan sangat tidak efisien dalam menyembunyikan halaman web reguler dari search engine, yaitu redirect. Jika kode berikut ini dipasangkan dalam halaman web akan memberitahu web browser untuk membuka halaman baru lagi di window browser dengan segera;
<meta http-equiv=”Refresh” content=”0; URL=http://seokita.com/hiddenpage.html”>

Halaman web dengan kode redirect inilah yang akan dioptimasi untuk search engine, sedangkan hidden page-nya bisa saja tidak dioptimasi. Google dan search engine lain melihat kode seperti tersebut diatas dengan kecurigaan tinggi. Jika terpaksa harus menggunakan redirect meta tag, sertakan juga NONINDEX tag. Dengan menggunakan tag tersebut berarti telah memberitahukan search engine untuk tidak menyertakan halaman tersebut ke dalam index, untuk menghidari kecurigaan.

Bentuk kodenya:
<meta name=”ROBOTS” content=”NOINDEX”>
By the way: cara terbaik untuk melakukan redirect – jika kondisinya harus memindahkan halaman secara permanent – adalah dengan menggunakan 301 redirect dengan merubah servernya htaccess file.

Cara baru menyembunyikan content dari halaman web yang dioptimasi dengan menyertakan keseluruhan halaman dalam javascript mouseover command.

Teknik seperti ini dapat dilihat dengan cara, letakan cursor mouse di luar halaman web ketika halaman tersebut sedang loading halaman yang asli tidak akan kelihatan. Bila mouse cursor ada didalam browser window, halaman asli akan tampak.

5. Jangan Kirimi Google dengan Queri Otomatis.
Google bilang:
“Jangan gunakan program komputer yang tidak authorized untuk mensubmit page, mengecek rangking dll. Program-program seperti itu akan banyak memakan resourse komputer dan juga melanggar Google terms of service. Google tidak merekomendasi menggunakan produk seperti WebPosition Gold yang mengirim queries secara otomatis atau terprogram ke Google.”

Itu tadi pernyataan dari Google, tapi selama ini belum terdengar kabar ada orang yang di ban Google karena menggunakan tool-tool tersebut jika digunakan dengan tepat. Tapi jika selalu mengecek query untuk keseluruh page setiap hari, besar kemungkinan Google akan mengetahuinya.
Jika memang menggunakan program-program seperti itu usahakan jangan telalu berlebihan. Cek rangking search engine 2 bulan sekali saja untuk halaman yang penting, dan 5-6 bulan sekali untuk halaman yang tidak penting.

Google sebenarnya akan mengunjungi halaman-halaman web dengan sendirinya sebulan sekali kecuali jika halaman tersebut di update secara reguler, bisa lebih sering berkunjung.

6. Content Jangan dijejali Bahasa yang Tidak Relevan.
Jika website berisi mengenai jualan lampu neon, jangan sampai mengulang kata Ayu Anjani berulang-ulang (secara agresif, katakan 20 kali) di dalam teks isi website. Search engine sangat tidak suka, pengunjung juga tidak suka.
Usahakan untuk selalu menyertakan kata-kata yang nyambung dengan isi didalam teks, dalam TITLE-tag dan dimana saja.

7. Jangan Buat Multiple Page, Subdomain, atau Domain dengan Duplicate Content.
Tehnik seperti ini dulu sangat cepat memberi hasil, sebelum Google tahu dan akhirnya memutuskan untuk membantu keseluruhan site.
Berikut beberapa trik yang bisa membuat Google melakukan ban;

  • Multiple domain yang mendatangkan traffic ke website kita
  • Halaman dari domain lain yang dibuat untuk redirect traffic ke website kita.
  • Mirror site, yaitu copas yang sama persis dengan isi website tapi domainnya berbeda.
  • Multiple Google result (yaitu terlalu banyaknya halaman dalam hasil pencarian yang mengarah ke site kita atau ke halaman yang mengarahkan para pencari ke site kita).

(Seperti yang disampaikan oleh Anne Kennedy dari Beyond Ink dalam sesi “Cleaning Up The Mess” pada konferensi Search Engine Strategies).
Google juga kurang senang dengan link yang berasal dari FFA directory.

8. Hindari Membuat “Doorway” Page yang Khusus untuk Search Engine.
Ada perbedaan pandangan mengenai doorway page ini antara webmaster dengan search engine. Pemikiran Google mengenai halaman-halaman yang hanya dibuat untuk menarik search engine spider dan mempu memberikan tampilan halaman yang lebih informatif bagi pengunjung reguler (manusia).

Doorway page ini bukanlah halaman yang normal ditemukan di menu navigasi dalam website.
Doorway page ini tampilannya dalam 2 bentuk;

  1. Nonsense page yang mengulang kata kunci yang sama secara agresif atau teksnya dijejali kata kunci sehingga kalimat-kalimatnya menjadi tidak berarti.
  2. Halaman dengan beberapa paragraph atau teks yang mengacu pada kata kunci utama halaman tersebut di optimasi, tapi biasanya ini dibuat memang untuk mengarahkan pengunjung ke tempat lain.

Jika ada banyak halaman yang sama dan hanya dibedakan dari susunan kata kuncinya saja, bisa dipastikan ada orang yang melakukan spam pada search engine.
Sebenarnya Google, Yahoo!, Teoma atau search engine lainya tidak akan memberikan pinalti jika menulis artikel yang relevan dan informatif dan dioptimasi sesuai dengan kata kuncinya. Jika pembaca artikel menyukainya, search engine juga akan menyukainya.

masih bersambung di bagian 3… cape deee;)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

23 Comments »

  • Pogung177 said:

    … ikutan capek deh… bacanya

  • Avy said:

    pusing..pusing, gak mudeng…..yang terbelalak ada tulisan Ayu Anjani, jadi inget blog sebelah.
    *kabur*

  • bodrox said:

    point no 6 itu gimana bos? apa hubungannya ayu anjani sama neon? emang algrtm google-nya tahu kalo yang satu alat elektronik dan yang satu cewe sexy?

  • n1ghtfly3r said:

    buseed makin galak si mbah google..ampyuun..

  • Otomotif said:

    Ayu Anjani sapa neh bro??? temen kencan ato cucu na mbah google..*wink*

  • Grandong said:

    Walah. mbah googlee… Kok galak c, inget uda tua lo!!! hahahaahahah

  • Mizzloco said:

    Apa web sy kna banned y?tp ko semua search engine ya? Jadi Pusing tadinya 800visitor perhari jdi cuma 1 smpe 5 visitor aj dlm 2bln ini
    tolong bantu yup..

  • properti lokal said:

    Coba search ‘rumah dijual’ pakai google. Nanti disana ada rumahraya.com bertengger di nomor satu. Sptnya webmasternya melakukan doorway dan cloaking, betul tidak?

    Model gini perlu dilaporkan tidak? kemana?

  • Joe ST said:

    gak mudeng….mubeng…

    ****lari

  • Vandi said:

    yg penting tuliss… :)

  • andrie said:

    Idem….
    Account saya juga di ban, hikss… hiks… udah melas-melas ga’ dikabulkan juga.
    Bos Properti Lokal iri ya sama rumahraya?

  • Pogung177 said:

    #properti lokal
    Sepertinya iyah … Cloaking cara ini bia dikatakan Black SEO. Setiap yg mengujungi manusia di redirect ke hal
    katalog. Tapi kalo IPnya robot google tetep halamn index yg disuguhkan

  • Properti lokal said:

    u/ Andrie: bukan ngiri, tapi kesel lihat cara naikin peringkat kok pakai cara spt ini.

    u/ Pogung177: model spt rumahraya apa perlu dilaporkan ke google. Kalau ya URLnya dimana ya Gung?

  • crossover said:

    @properti lokal
    untuk rumahraya kayak na musti qt laporkan ke Komnas Google tuh
    Yup URLnya dimana yah???

  • Arham said:

    iya bner kata pogung177 kalo yg biin terbelalak itu keyword ayu anjani, memang workd sih.. tpi apa ada yah yg bikin keyword sampe 20x ?

  • adib said:

    website klien saya kena ban hik hik
    ( http://www.sesehbali.com ) ,
    Ada berbagai cara yang ditempuh para web master untuk mengoptimisasi website-nya. Ada yang berhasil dan ada yang malah kena ban. Salut kalau ada yang pakai cara cara yang biasanya di “Haramkan” sama “pakar-pakaran Seo” tapi bisa optimasi websitenya. he he

  • www.JagoIklan.com said:

    Wah… Ngeri deh…

  • kangbarok said:

    wah… gitu ya???

  • Michael said:

    Website saya http://www.temankita.com juga diban google. Gimana tuh?

  • piton said:

    Info-info yang berguna!!. Ditunggu artikel selanjutnya ya mas..:)

  • Gung De said:

    Wah, ditunggu artikel sambungannya… menarik banget.

  • juned said:

    wah nunggu lagi ni berita terbaru nya..

  • rober said:

    wah…..
    thanks,,, emailnya tapi buat saya yang pemula terlalu tinggi bahasanya,,, nga mudeng

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.