Ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual
Posisi rangking 1 di search engine adalah dambaan bagi setiap pemilik website. Siapa saja bisa berada di posisi bergensi itu. Akan tetapi jangan sampai kita semua terjebak akan posisi menggiurkan tanpa melihat relitas yang sebenarnya terjadi.
Contoh kasus: siapapun dapat berada di posisi ranking 1 di search engine Google dengan kata kunci “sepatu butut” , dengan menggunakan teknik SEO yang benar posisi the best bisa di dapat.
Tapi apakah dengan kata kunci “sepatu butut” bisa mendatangkan traffic signifikan yang mengarah pada penjualan?
Dapat dikatakan bahwa banyak pemilik website bisnis menggunakan frase untuk kata kunci sebagian besar tidak tepat sasaran dan tidak dapat mendatangkan traffic dari search engine. Hal ini dapat dilihat dari statistik traffic website, disana terdapat informasi mengenai frase-frase apa saya yang digunakan pengunjung untuk menemukan sebuah website melalui search engine. Jika di dalam log statistic tidak menunjukkan adanya traffic dari kata kunci yang menjadi andalan kita, itu artinya kata kunci yang kita gunakan tidak tepat. Mereka yang menyasar pengunjung dengan kata kunci yang tidak tepat untuk datang ke websitenya dapat disebut sebagai “Invisible enterpreanure”.
Dalam menargetkan kata kunci sangat perlu untuk memperhatikan jumlah traffic yang datang, jangan hanya melihat rangkingnya saja. Tidak semua traffic dihitung sebagai traffic effektif, karena reffered search visit yang datangnya dari mesin tidak bisa masuk dalam hitungan. Quality traffic lebih penting dibanding rangking.
Terkadang orang akan terkejut dengan kenyataan bahwa apa yang dianggapnya penting tidaklah terlalu penting. Setelah melihat statistic traffic dari site diketahui dari mana asal pengunjung, berapa banyak jumlah mereka, dengan kata kunci apa mereka melakukan pencarian dan search engine apa yang mereka gunakan.
Contoh kasus: Kasus ini pernah saya temui pertama untuk kata kunci “small business ecommerce” dan dengan posisi #1 di Google, #5 di MSN dan #13 di Yahoo. Kedua dengan kata kunci “open source ecommerce” dengan posisi rangking #27 Yahoo, #7 di MSN dan #1 di Google. Ternyata untuk kata kunci pertama tidak ada sama sekali traffic berkualitas meskipun posisi rangkingnya bagus. Sedangkan kata kunci kedua dengan posisi rangking dibawahnya memiliki traffic yang lebih tinggi dan lebih berkualitas hanya untuk satu halaman saja.
Yang paling menarik adalah meskipun posisi rangking di search engine utama (Google, Yahoo, MSN) dapat dibilang sama, tetapi search engine Google memberikan traffic tertinggi sebesar 65%, Msn tidak lebih dari 1% dan Yahoo 5% sisanya dari berbagai mesin. Msn dan Yahoo hanya menyumbang 10% dari keseluruhan clickthrough.
Referred traffic adalah keadaan dimana pengunjung yang mengklik link website Anda dari hasil searching atau link. Ini mengacu pada kata kunci tertentu dan secara kumulatif untuk keseluruhan reffered traffic.
Dibanyak kasus search engine Google dapat mendatangkan 2 kali lebih banyak traffic untuk setiap kombinasi kata kunci dibanding Yahoo & MSN. Terkadang posisi rangking di Yahoo & Msn lebih bagus dari pada rangking di Google tapi traffic yang didatangkan lebih rendah dari Google.
Jika Google tiba-tiba menghilang, akan ada banyak sekali penurunan jumlah pengunjung di untuk semua site di web. Dunia akan kehilangan setengah dari traffic yang datang dari search engine. Lihatlah statistic traffic untuk volume natural search engine referred traffic (bukan PPC) dan kata kunci apa yang dapat mendatangkan traffic lebih penting dari kata kunci yang memiliki rangking di search engine.
Semuanya tidak melulu rangking #1, ada banyak faktor untuk menjadi sukses di internet antara lain : struktur website, konten website, pemilihan kata kunci, pemilihan search engine dan jangan dilupakan posisi rangking di search engine. Jangan sampai pengunjung kita orang yang salah hanya karena kita salah pilih kata kunci dan salah pilih search engine.
Hindari praktek “Keyword Voodoo” untuk merangking kata-kata yang tidak dicari orang.
Menarget kata kunci yang salah hanya menjadikan kita salah satu dari Invisible Entrepreneurs.

29 Responses to “Ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual”
kalo binis perlendiran gmn tuh mas?? lumayan naikin trafik walau dalam sementara..saya coba ngepost ttg artis yg lg hot digosipin dan ternyata booming bgd..trafik mengalir trus tiap hari..tapi lama kelamaan berita itupun menghilang dan trafik pun merosot..hehehhe..pengalaman SEO..lumayanlah
Comment made on November 27th, 2007 at 5:06 amSusah ya kalo ingin blog kita jadi nomor satu
Comment made on November 27th, 2007 at 6:03 amSalam kenal,
@ n1ghtfly3r:
Saya kira, untuk bisnis yang memang serius, dalam arti memang menjual produk, misal jualan handicraft atau hotel, dengan cara perlendiran justru akan menurunkan brand image dari perusahaan tsb. Jangan2 ntar malah dicap sebagai website lendir,
Cara ini (perlendiran) cocoknya untuk2 website-website yang menghidupi diri dari Google Adsense dan sejenisnya. Karena website ini mengandalkan jumlah pengunjung. Makin banyak kunjungan makin banyak klik, dan makin banyak $$$
Salam
Comment made on November 27th, 2007 at 10:04 amDidi
Setidaknya menjadi no.1 di google sudah menjamin klo situs tersebut pasti dikunjungi. Ibarat punya toko pasti dijamin rame deh, cuman pinter2xnya si penjual klo mau dapet duit
Comment made on November 27th, 2007 at 12:47 pmSaya sering tuh kayak si n1ghtfly3r
kalo posting artis cewe, wuih… ningkat drastis. lama2 menurun. menarik2.
btw, nice post.
Comment made on November 27th, 2007 at 1:39 pmKlo untuk bisnis yang menjual produk, rasanya kurang berguna untuk bikin traffic “nyasar”, karena setelah menyadari kalau mereka bukan di website yang tepat, otomatis bakal langsung nutup. ga ada transaksi.
So, IMO, emang lebih baik untuk fokus ke keyword2 yang memang tepat untuk bisnis/produk yang ditawarkan…
Comment made on November 27th, 2007 at 2:49 pmwah gile makin sip mas keke. Langsung buat artikelnnya juga ahh…
Comment made on November 28th, 2007 at 2:51 pmArtis cewek, boleh deh. Lumayan bisa dapet duit dari iklan
Comment made on November 28th, 2007 at 7:35 pmNice post! Rangking #1 di SE memang bukan satu-satunya jaminan kesuksesan penjualan produk via website. Ibarat orang kuliah, lulus CumLaude memang membuka kesempatan besar menuju sukses, namun sekali lagi prestasi tsb bukanlah jalan satu2nya menjadi sukses. Pepatah klasik bilang, “Banyak Jalan Menuju Roma”. So, mari perjelas visi, misi, dan target website kita agar tidak berujung pada “Invisible Entrepreneurs”
Comment made on November 29th, 2007 at 7:42 amkemarin lagi mikirin klo tiba-tiba google bangkrut (krn adsense) trus yang gantiin siapa? myb yahoo, tapi algoritmanya beda kan? pasti tiap website yang ngadalin google bwt trafiknya jadi berkurang.solusinya bener kata mas keke, buat layanan online sendiri, biar kita bisa kontrol sendiri jalannya bisnis, tapi kerja keras menanti kita he he
Comment made on November 29th, 2007 at 8:37 pmbisnis perlendiran yg kayak gimana sih mas keke? saya taunya bisniskaret. coba deh dijamin lebih lengket.he.he.he.salam damai
Comment made on November 30th, 2007 at 12:21 pmKalo menurut saya bukan masalah peringkat 1 nya. tapi lebih pada pemilihan keywordnya pada saat melakukan SEO. Jika keywordnya tidak tepat sasaran ya begitu hasilnya. yang lebih gawat kalo keyword yang ga tepat di gunakan untuk pasang Adword, Bisa miskin mendadak
Comment made on December 1st, 2007 at 1:48 ampemilihan keyword merupakan perihal mendasar dalam menentukan arah bisnis kita!
Jadi jangan salah deh saya setuju dengan post bisnis online
Comment made on December 1st, 2007 at 12:34 pmwah nek lendir sih akeh huahahaha.
Comment made on December 2nd, 2007 at 12:43 amkayaknya memang harus survei dulu itu keyword ya mas keke. baru di optimize.
salam kenal, informasi yang menarik, Trims.
Comment made on December 5th, 2007 at 12:32 amSEO SEO SEO ngelu!!!!
Comment made on December 5th, 2007 at 5:28 pmRangking #1 di Search Engine dengan keyword tertarget sangatlah penting karena merupakan “password” sehingga terjadinya penjualan…..jadi kalau gak rangking gimana webnya mau dikunjungi……..
Comment made on December 9th, 2007 at 10:18 pm“Quality traffic lebih penting dibanding rangking”
Comment made on January 16th, 2008 at 7:08 pmWah iya, ya
Tinggal betulin sales copy nya, kalau keywords research nya udah betul sesuai dgn product dia
Comment made on January 29th, 2008 at 11:05 amBener jugasih, tapi setidaknya peluang sudah terbuka lebar, asal tepat kata kunci dan sip sales copy-nya
Comment made on January 30th, 2008 at 2:12 pmranking 1 juga perlu, follow up yang bagus juga perlu. Makanya harus ada tim marketing untuk memfollow up dgn baik setiap inquiry, jgn sampai buyer kecewa karena di follow up nya lama.
Comment made on March 5th, 2008 at 5:27 amBlog saya, http://idwebtemplate.com pernah nomer satu di pencarian Live.com untuk keyword tertentu. Tapi kok google adsense nya masih rendah ya ?
Comment made on March 6th, 2008 at 10:33 amKami ingin mencapai posisi rank 1 untuk http://www.iklanpropertiku.com di google dg keyword iklan properti
Comment made on April 27th, 2008 at 8:33 amkenapa gak bisa yah..
biar bagaimana ranking1 tetap jadi prioritas…
Comment made on April 30th, 2008 at 4:16 amwuih…ada aja enterpreneur yg invisible..
Tx infonya ya…
Visit My Web.. Nomer 1 loh..
Comment made on October 28th, 2008 at 1:43 pmAlhamdulillah toko online ku jika di googling dengan keyword toko buku islam selalu no.2..tetapi kok sulit ya nangkring di nomor 1.
Comment made on November 29th, 2008 at 9:49 pmApa ada yang salah ya?
mohon pencerahannya..
matur nuwun mas..:)
Saya juga sedang belajar dan terus mencoba mempraktekkan SEO itu gimana sih? Susah dimengerti juga. Saya coba SEO di google dengan kata kunci “gantungan kunci” atau “gantungan kunci karet” apakah kata kunci itu cukup efektif?
Comment made on December 12th, 2008 at 9:22 pmTerima kasih
makin rumit aja .. takut jadi invisible entrepreneur nih
Comment made on December 16th, 2008 at 2:26 pmhuehehe..
saya malah tahu ALEXA baru seminggu lalu, dan ranking saya baru sejutaan.
Jadi memang benar bukan ranking yang didambakan bagi saya, tapi omset penjualan lah yang paling di dambakan..
Tapi yang penting ‘dapur ngebul’ teruuuss..
Salam,
Fudji Wong
Comment made on December 21st, 2008 at 11:10 pmLeave a Comment