Alhamdulillah bulan Ramadhan sudah tiba, Kembali ke Fitrah. Rasullulah s.a.w bersabda : « Bukanlah hari raya itu bagi mereka yang berpakaian baru melainkan Ibarat kendaraan bermotor sebulan penuh itu kita telah di-tune-up, di-spoorting, dan di-balancing, supaya lancar dalam pengembaraan kehidupan sehari-hari kita selanjutnya, dan pada bulan-bulan lainnya kita juga akan berada dalam keadaan setabil, sampai kita dipertemukan dengan bulan puasa kembali. Sebenarnya tanpa kita sadari akhir bulan suci ini adalah awal kesucian kita, kita akan dilahirkan kembali, menjadi fitri untuk menjalani hidup ini, yaitu kehidupan yang penuh dengan esensi puasa dan zakat atau dalam kontek lain hablumminallah wa habumminanas, inilah hikmah disyariatkannya zakat fitrah sebagai penutup ramadhan. Secara etimologi Fitrah berasal dari kata Fathara dengan dua makna. Pertama, fitrah berarti asal kejadian atau awal kejadian manusia yang suci dan bersih. Menurut imam al ashfahani kejadian manusia yang fitrah itu berwujud potensi atau kecenderungan yang amat kuat dalam diri manusia untuk mengenal dan beriman kepada Allah. Dengan kata lain fitrah disini adalah iman dan tauhid. Ini berarti, setiap orang menurut fitrahnya adalah bertuhan dan mengesakan Tuhan seperti yang diterangkan Allah dalam Al Quran surat al A’raf ayat 172. Kedua, fitrah berarti terbelah atau terbuka. Menurut arti ini dapat dipahami bahwa zakat fitrah berarti zakat untuk berbuka atau makan bagi orang miskin. Sedang Idul fitri, berarti kembali berbuka, atau tidak berpuasa yaitu kembali kepada posisi normal dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya secara seimbang. Sayyid Qutub membagi fitrah itu kepada dua macam. pertama, Fitrah manusia, yaitu kecenderungan yang ada dalam diri manusia untuk selalu menuhankan Allah dan berpaling kepada kebenaran. Kedua, fitrah agama, yaitu wahyu atau ajaran Allah yang disampaikan kepada para nabi untuk menguatkan dan mendukung fitrah manusia diatas. Kedua macam fitrah itu diciptakan oleh Allah dan bersumber dari Allah, karena itu, katanya antara fitrah manusia dan fitrah agama tidak pernah bertentangan, keduanya seiring sejalan, jika manusia menyimpang dari fitrah kemanusiaannya, maka hanya agamalah yang dapat meluruskan dan mengembalikan manusia ke fitrahnya itu. Inilah makna dari firman Allah : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Al-Rum : 30) Di bulan ramadhan, kedua macam fitrah tersebut menjadi jelas implikasinya yaitu puasa mendorong kembali manusia agar menjadi manusia yang sesungguhnya, yaitu manusia yang sepenuhnya menyadari aturan hidup, mengikuti kecenderungan nuraninya yang fitri serta memegang teguh ajaran dan petunjuk Allah, inilah manusia Taqwa yang memang ingin dilahirkan melalui ibadah puasa ramadhannya. Ilustrasi Dr. Yusuf Qordowi dalam bukunya al-Khashaaish al-Amah li al-Islam tentang fitrah manusia yang berawal dari kosong, haus dan dahaga. Lalu, ia berusaha mengharap (menemui) Tuhannya sehingga lenyaplah kehausan itu oleh siraman kesejukan dan terbebas dari belenggu ketakutan. Dalam kondisi seperti itu, lanjutnya, manusia telah meraih hidayah setelah melalui kebingungan, merasa damai setelah dirundung kegelisahan, dan menemukan jati diri setelah sekian lama terasing dan mengembara di keluasan padang sahara yang gersang dan tandus, seperti musafir yang mendapat tuangan air dari sebuah perjalanan yang didera oleh dahga. Andai perjalanan ramadhan telah berhasil menjadikan kita terlahir kembali, maka kebahagaian di hari fitri itu bukanlah dari maraknya pesta dan bagusnya baju baru kita, melinkan dari pancaran hati kita yang penuh dengan taqwa dengan tingkat patuh kepada Allah dari waktu kewaktu akan berusaha terus meningkat. Minal ‘Aidzin wal Faizin, dihari kemenangan nanti, selamat kepada mereka yang dapat kembali dengan penuh kemenangan, dan semoga kita semua termasuk orang yang kembali dan orang yang beruntung dapat mencapai fitrah kita. Amien… wallahualam bissawwab…. |
MasyaAllah…Alhamdulillah.
Pagi-pagi sudah diingatkan. Terima kasih Mas, udah dikirimin hadiah, kalo semuanya gak melulu tentang kerjaan aja.
InsyAllah Ramadhan ini bener-bener beda, lebih baik dari Ramadhan yang kemarin. Allah Maha Besar.
Demi Matahari …. dan sinarnya di pagi hari.. demi malam apabila ia menyelimuti….
MARHABAN YAA RAMADHAN… BULAN SUCI TELAH TIBA MAKA JANGANLAH LUPA UNTUK MEMBACA ” Nawaitu shauma ghodin ‘an adaai fardli syahri ramadlaana haadzihis sanati lillaahi ta’alaa “ SEBELUM ENGKAU TIDUR MALAM ATAU SEBELUM ENGKAU MAKAN SAHUR. SEMOGA AMAL KITA D TERIMA OLEH ALLAH S.W.T. amin…amin…ya robball allamin.
ass wr wb,
met puasa mas.. saya baca blog anda di SEOkita jadi semangat lagi ndalemin internet lho.. makasih bgt mas.. ini tulisan pertama saya pada njenengan, dan sebagai alat untuk menjalin silaturahmi dengan mas, salam kenal mas riyeke, ditunggu trus ayat2 yang mo disampein lagi..
wass wr wb
Happy birthday ……Koko Keke
Semoga panjang umur dan tambah sabar …..dalam menghadapi arek arek surabaya…….
Diet pak… diettt…..
Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?
“Maka nikmat Tuhan kamu
manakah yang engkau dustakan?”
Di bali aku menemukan Tuhanku…. Thanks Mr. Keke
Takbir bergema…
Kutahan air mata
Meski raga layu dan merapuh
Tekadku tetap menghadang badai
Sekian lama jiwaku pekat
terpenuhi segala kedustaan dan kebencian
selalu kututup rongga yang terbuka
kemunafikan di otakku
selalu benci dan benci
Bulan dan bintang mengiringiku
menghantarkan air mata
dengan segala ketakutan dan kekhilafan
membencimu, membenci kalian
Satu titik telah menetes
nafasku semakin tersekat
waktu terus mempermainkanku
mengujiku hingga aku bosan dan memaki
Kenapa aku?
kenapa aku yang harus membenci mereka?
kenapa bukan mereka yang membenciku?
Sejuta kebencianku dibalas dengan kasih sayang
ketulusan menanti penyesalan dariku
raga penuh kebencian
Mama, Papa
mencintaimu lebih dari sekadar kata-kata indah
air mataku hanya untuk kalian
sejuta penyesalan aku bawa yang pasti kalian terima
ketulusan dan keikhlasanmu akan kubalas
bersimpuh di kaki hingga seribu tahun
Mama, Papa
maafkan aku….
basuh aku dengan kasih sayangmu
air mataku hanya untuk kalian