Dikecewakan

by: Mas Keke Saturday, February 16th, 2008

Sore ini saya chat dengan seseorang, dan membuat sangat sangat kecewa saya, dan merasa dipermalukan. Any way… mending ngomong dan tanya langsung deh… sebelum urusan beres dan di sebar. Niat baik ternyata belum tentu benar.

Ada masukan harus bagaimana?

Sponsored Link :
  • Ayo jangan sampai ketinggalan Join Indonesia Bootcamp Semarang "SHOW ME THE MONEY!". Mau Daftar? klik disini
  • SEO On Your Hands - Cara Termurah, Tercepat dan Natural Top Ranking di Google, MSN, dan Yahoo!. Mau Daftar? klik disini

21 Responses to “Dikecewakan”

bambang Said:

yah kita hrs dapat menerima realita secara dewasa, mungkin lawan bicara kita gak paham maksut kita aja.

Comment made on February 17th, 2008 at 4:41 pm
mr.keke Said:

@bambang
yap… kita coba sikapi secara dewasa. Yang penting kita sudah menjalankan apa yang harus dijalankan.

Comment made on February 17th, 2008 at 6:19 pm
Avy Said:

masalahe opo bos….gak isok beri masukan nek gak eruh :)

Comment made on February 17th, 2008 at 9:51 pm
danny Said:

mhh… kalau begini harus minum teh dulu agar “ada kebersamaan” [ .... ]
biar lebih berpikir positive thinking aja permasalahan segera dapat diselesaikan.Mungkin kalimat dibawah ini cukup membantu :
“Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan adalah menghindari perdebatan itu sendiri” [Dale Carnegie]

Comment made on February 17th, 2008 at 10:34 pm
-tikabanget- Said:

humph..
wah, tergantung urusan apa dulu inih mas..
urusan cinta apa kerjaan..

Comment made on February 18th, 2008 at 1:56 am
mahmud Said:

Hal ini bisa kita jadikan pelajaran n mawas diri; yang ternyata meskipun kita mempunyai niatan yang baik dan tulus ga semua orang sependapat dan mendukung. Jangan patah arang mas.. Rasulullah sendiri selalu menemui batu sandungan dalam menyebarkan kebaikan..

Comment made on February 18th, 2008 at 7:43 am
sintia Said:

curhat pakk??hi hi

Comment made on February 18th, 2008 at 7:04 pm
oknoorap Said:

aku bukan om? atake aku?

Comment made on February 20th, 2008 at 1:26 am
Adi Arifin Said:

Yaaaah piye toh. Masukan gimana lha masalahnya aja kagak ngerti. Yo pokoke musti sabar Mas. Nggak selalu niat baik kita diterima dengan baik dan “dibales” dengan perlakuan baik. Yang penting kan ada yang nyatet.

Comment made on February 23rd, 2008 at 10:11 am
Mr. TW Said:

Aku ini mikirnya sampe berhari hari mau kasih masukan…. tetep aja ndak bisa. Lha wong masalahnya juga ndak ngerti…he.he.he..
Lha wis kadung mikir jeru, malah ndak ngerti apa yang dipikir.. Sop Kambing wae mas.. ilang mumete..

Comment made on February 25th, 2008 at 3:27 pm
Robby Susanto Said:

Wah2 siapa orang ini yah ? jangan2 aku nih orangnya, aku kan sering chat ama bang keke …. | yaudah sing sabar pak, maaf siapa tahu kalau aku ada salah chat ama sampean … Peace !!

Comment made on February 27th, 2008 at 11:58 am
taryono Said:

wah koyoke orang penting yang dari jakarta yo emang orang itu agak arogan…., lha tapi orang itu yo sopo sih?

Comment made on February 29th, 2008 at 4:55 pm
mrs.president2009 Said:

saran ya?
ada pepatah bilang, diam adalah emas. dalam hidup, kecewa itu hal yg biasa bukan? lagipula, kita2 ini kan gak ngerti masalahnya apa? :D gimana mau kasih saran? yg ada ntar malah jadi provokasi.. ntar malah jadi berantem.
setuju, bahwa niat baik blm tentu bisa dimengerti lawan bicara. tapi bukan berarti berhenti untuk selalu berniat baik kan?
yang paling baik ya…: tetap berniat baik dan tetap sabar. ok ;) ?

Comment made on March 10th, 2008 at 12:06 pm
Team ilmuwebsite.com Said:

Wah… tenang aja bro.., teruslah bersemangat untuk menulis.

Saran dari orang lain boleh kita pikirkan dan pertimnagkan untuk membangun web / blog kita menjadi lebih baik, tapi jangan di masukkan di hati, coz nanti bisa sakit hati.. hehe…

Menurut pengalamanku setelah mengurusi web selama 1 tahun, memang tidak semua pengguna internet ber itikad baik, ada sekitar 5% yang orang2 jahat, buruk, sombong, dll…

Tapi coba lihat yang 95% mereka semua orang2 baik… :D

jadi jangan down gara2 segelintir orang2 yg termasuk 5% itu…

Bye..
Have nice day with google… :D

Comment made on March 20th, 2008 at 7:28 am
bek Said:

hmmm.. hidup itu penuh warna..
jadi anggap aja beda pendapat itu seperti beda warna..

….
bingung…

….
ngacir mode

Comment made on March 26th, 2008 at 7:17 pm
make blog Said:

hum … “ga ada yang bisa menyakiti kita jika kita tidak mengijinkannya”

tetap positif aja mas, do the best !

yach namanya juga manusia, ga ada yang sama baik itu muka, sifar dan pemikirannya

Comment made on May 6th, 2008 at 3:03 pm
dino Said:

Dikecewakan, merupakan hal yang sudah biasa pak, tapi saya yakin ada lebih banyak merasa disenangkan dari pada dikecewakan. Saya jadi ingat sama tetangga saya, dulu pak RW ku, dia bilang disaat dia dikecewakan, disakiti, dia akan memberikan kesenangan dengan orang-2 lain misalnya kasih uang yang banyak pada tukang parkir yang biasanya dapet 1000 rupiah anda kasih 50.000 ribu, saya yakin mereka akan senang, dan begitu juga dengan anda, setelah meliat mereka, raut mereka yang menghujani anda dengan kata terimakasih.

Comment made on May 28th, 2008 at 9:12 am
Perkedimalukan Said:

Dalam hidup saya, saya sering dipermalukan, dihina, dan dicela, oleh kekurangan fisik saya.

—M a a f, i n i b u k a n n y a c u r h a t—

Akhirnya, karena tidak kuat, saya memutuskan untuk “menghilang”. Itu lebih baik, karena saya tidak bisa menerima kekurangan ini. Jadi, bukannya karena “belum bisa”, tapi memang tidak bisa.

Kecewa, dipermalukan, sakit hati, hati terasa diiris, tapi saya tekan rasa marah, karena kalau saya marah malah situasi tambah runyam. Air mata sudah malas menetes, teriakan gelisah sudah parau. Percuma.

Mas, kalaulah lebih baik menelan rasa dipermalukan walau hanya kecil saja, bukan masalah ‘kan? Justru orang yang punya intelejensia akan menilai bahwa orang yang rendah hati justru tinggi kedudukannya, dibandingkan dengan orang yang mempermalukan.

Ada baiknya untuk introspeksi, mungkin juga itu adalah kekurangan kita. Mata orang lain lebih jeli melihat kekurangan diri ini, ketimbangan pengingkaran diri.

Terima saja.
Terima saja rasa kecewa, dan balas dengan ucapan terima kasih yang tulus.
Itu akan lebih anggun dan agung ketimbang marah.
Karena marah adalah cerminan orang yang takut.

Orang yang takut jatuh harga dirinya adalah pecundang.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Comment made on July 2nd, 2008 at 2:29 am
Nono Priatno Said:

Berlapang dada adalah hal terbaik untuk menyikapinya, isi dari kepala orang itu tidak sama semua. Ada yang sok tahu, ada yang bebel, keras kepala, dll. Niat baik kadang tidak berbalas dengan kebaikan pula, itulah hidup dan itu pula yang menjadikan hidup jadi indah. Penuh warna dan cerita. Maju terus Mas Keke, semoga kejadian itu dapat menjadikan kita tambah bijaksana.

Comment made on January 11th, 2009 at 4:32 am
Bosan Ganteng Said:

Jembar segarane, sabar … itu memang tidak mudah, tapi kalau kita bisa melakukannya, berarti sudah ada di pintu kebijaksanaan … semoga Mas Keke semakin bijak …. amien …

Comment made on February 27th, 2009 at 8:04 am
reez Said:

sabar… sabar…. ^_^

Comment made on October 19th, 2009 at 12:39 pm
 

Leave a Comment